Instalasi Distro Firewall IPCop 1.4.20

IPCop merupakan satu dari sekian banyak distro GNU/Linux yang ditujukan khusus sebagai firewall untuk jaringan lokal. Jika anda pernah mengimplementasikan iptables untuk aplikasi firewall di berbagai distro GNU/Linux dan merasa kesulitan maka IPCop mengubah semua hal itu dan membuat implementasi firewall menjadi sangat mudah. Distro ini datang dengan fitur utama berupa antarmuka berbasis web yang sangat mudah untuk digunakan. Selain dapat dijadikan sebagai firewall, IPCop juga menyediakan beberapa layanan yang biasa digunakan di jaringan lokal (LAN) seperti DHCP, http proxy menggunakan squid, DNS proxy menggunakan dnsmasq, ntp time server, dynamic dns, dan beberapa layanan lain. Distro ini juga datang dengan installer berukuran cukup kecil, hanya sekitar 50MB dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan instalasinya. Untuk keperluan perangkat keras, distro ini juga tidak terlalu menuntut hardware yang mumpuni. IPCop masih dapat berjalan dengan baik di PC tua i386, memori 256MB, dan harddisk 20GB.
Sayangnya proses instalasi distro ini masih berbasis teks yang mungkin cukup menakutkan bagi para pengguna pemula. Namun demikian tidak perlu takut karena proses instalasinya cukup sederhana, kita cukup mengisikan beberapa data dan mengatur beberapa konfigurasi, selebihnya akan dikerjakan secara otomatis oleh IPCop. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah distro ini akan menggunakan keseluruhan kapasitas harddisk, sehingga kita perlu memastikan tidak ada data penting yang masih ada di dalam harddisk. Proses selengkapnya akan dijelaskan berikut ini.
1. Pastikan pengaturan BIOS sudah menempatkan CD-ROM sebagai boot device yang pertama. Masukkan CD installer ke dalam CD-ROM drive lalu reboot PC. Pada tampilan boot loader distro ini kita diingatkan semua data yang ada akan dihapus, jika sudah yakin data sudah diamankan tekan Enter untuk melanjutkan.



2. Di layar berikutnya pilih bahasa yang akan digunakan. Lalu pilih OK untuk melanjutkan.



3. Pilih OK pada layar konfirmasi.




4. Pilih sumber instalasi, ada dua pilihan CD-ROM/USB-KEY atau HTTP/FTP, karena kita menggunakan CD-ROM maka tandai pilihan CD-ROM/USB-KEY kemudian lanjutkan dengan memilih OK.



5. Installer IPCop akan mempartisi dan memformat harddisk secara otomatis.Pilih OK dan tunggu hingga proses ini selesai.



6. Jika sebelumnya pernah melakukan instalasi IPCop dan memiliki backup konfigurasi, silakan restore konfigurasi tersebut dari layar ini. Jika tidak pilih saja skip dan lanjutkan dengan memilih OK.




7. Tahap ini merupakan salah satu konfigurasi yang cukup penting selama proses instalasi IPCop, memilih kartu jaringan yang akan digunakan sebagai Interface Green. Pilih Probe untuk melakukan proses pencarian driver secara otomatis.



8. Apabila NIC terdeteksi maka pilih OK untuk menggunakannya sebagai interface green.



9. Masukkan alamat IP dan netmask untuk interface green. Pilih OK untuk melanjutkan.



10. Instalasi IPCop berhasil, silakan pilih OK untuk melanjutkan beberapa konfigurasi dasar.



11. Pada layar berikutnya, silakan memilih jenis tata letak keyboard yang digunakan. Untuk Indonesia biasanya menggunakan us. Pilih OK untuk melanjutkan.



12. Tetapkan zona waktu sesuai dengan wilayah anda. Lanjutkan dengan memilih OK.



13. Masukkan nama host dan nama domain secara berturut pada layar berikutnya. Lanjutkan dengan memilih OK.



14. Di layar ISDN Configuration pilih Disable ISDN jika tidak menggunakan modem ISDN.



15. Masuk ke menu utama konfigurasi jaringan. Sorot pilihan Network Configuration Type untuk memilih jenis konfigurasi jaringan.



16. Pilih Green + Red karena kita menggunakan dua NIC. Lanjutkan dengan memilih OK.




17. Kembali ke langkah 15 sorot pilihan Drivers and card assignments. Pilih OK pada layar yang muncul untuk mencari NIC yang cocok sebagai interface Red.



18. Pilih Probe untuk melakukan pencarian driver secara otomatis.



19. Jika driver yang tepat ditemukan, pilih OK untuk menetapkan NIC tersebut sebagai interface Red.




20. Kembali ke langkah 15, pilih “Address settings” lalu pilih interface Red untuk dikonfigurasi. Pada pengaturan ini silakan memilih apakah akan menggunakan DHCP, static, atau pengaturan lainnya.



21. Kembali ke langkah 15, pilih DNS and gateway settings. Langkah ini perlu jika menetapkan alamat interface Red secara statis pada langkah sebelumnya.



22. Kembali ke langkah 15, pilih “DHCP server configuration. Pilih Enabled jika ingin mengaktifkan DHCP server, lalu isikan parameter yang diperlukan. Lanjutkan dengan OK. Jika DHCP server tidak diaktifkan lewati langkah ini dengan memilih Cancel.



23. Kembali ke langkah 15, pilih Done untuk melanjutkan proses konfigurasi. Isikan password user root.



24. Isikan password untuk user admin, user ini digunakan untuk administrasi melalui web.



25. Isikan password untuk user backup, user ini digunakan untuk backup dan restore konfigurasi IPCop.



26. Instalasi selesai, reboot mesin untuk masuk ke IPCop.



27. Loginlah menggunakan user root dan password yang diisikan pada saat proses instalasi.



Instalasi IPCop sudah selesai, untuk melakukan administrasi dapat dilakukan melalui antarmuka web yang dapat diakses dari http://alamatipcop:81, sebagai contoh jika alamat IP dari mesin IPCop adalah 192.168.56.2 maka akses antarmuka web admin dilakukan dengan mengunjungi alamat http://192.168.56.2:81 dari browser.
http://rotyyu.wordpress.com/2010/06/22/instalasi-distro-firewall-ipcop-1-4-2/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Instalasi Distro Firewall IPCop 1.4.20"

Poskan Komentar